Senin, 08 Desember 2025

Stop Beli Tanah Untuk Investasi !!!

     Membeli tanah dan emas adalah investasi terbaik. Benarkah seperti itu? Bagi nenek dan kakek kita mungkin itu masih relevan, namun untuk zaman sekarang, nyata tidak seperti itu. Emas bukanlah aset investasi, ia hanya menjaga nilai kekayaan anda. Jika nilai sebuah barang dibeli dengan emas pada 10 tahun yang lalu, maka nilainya sama dengan nilai emas yang sekarang. Bukan nilai emas yang naik, tapi nilai mata uang yang merosot. Jika ingin menambung, emas adalah instrumen yang lebih baik dari pada uang.

Tapi bagaimana dengan tanah, berdasarkan pengalaman saya pribadi, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin membeli tanah

1.      Punya legalitas yang jelas

Legalitas yang paling kuat saat ini adalah kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM). Pastikan tanah yang ingin anda beli sudah memiliki ini. Karena dengan memiliki SHM maka status tanah menjadi jelas kepemilikannya. Apalagi sekarang Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah membuat sertifikat tanah elektronik. Hal ini untuk menghindari kepemilikan ganda atas suatu tanah.

Mengurus SHM bukan pula perkara mudah, ada banyak dokumen yang perlu disiapkan. Kemudian waktu yang lama untuk proses pengurusannya. Jika jarak rumah anda jauh dari kantor BPN, maka anda bisa bayangkan betapa lelahnya harus bolak balik.

Saya pernah coba membantu tetangga untuk mengurus SHM, tapi hanya untuk proses pendaftaraannya saja, saya harus bolak-balik kekantor BPN Kabupaten yang berjarak 56 Km atau 1 jam dari rumah. Hal ini karena ada beberapa dokumen yang kurang dan juga salah. Dan akhirnya saya kembalikan berkas SHM yang ingin saya ajukan kepada pemiliknya.

Selasa, 25 November 2025

“Gaji Cuma Numpang Lewat? Begini Cara Saya Sebagai Bapak 30-an Atur Duit Biar Nggak Habis di Tengah Bulan”

 Ternyata 70% pekerja usia 30-an mengaku gaji mereka habis dalam 10 hari pertama setelah gajian. Banyak pertanyaan yang muncul dikepala masing-masing orang. Kerja keras tiap hari, tapi kenapa saldo selalu cepat kabur?, sudah gajian, kok rasanya tetap seperti tanggal tua?,  kalau tiap akhir bulan masih ngos-ngosan, kapan bisa nafas lega secara finansial?. Dan pertanyaan yang paling menganggu pikiran adalah : “Masa sih sudah umur 30-an tapi belum aman dari darurat keuangan?”

Saya pribadi pernah mengalami hal ini, pada awal-awal menikah ditambah punya anak dan beli mobil ditahun yang sama, kondisi keuangan sangat tercekik, pengeluaran bertambah, sedangkan pemasukan berkurang karena ada 2 usaha yang harus saya istirahatkan, akibat tidak dapat membagi waktu dan tenaga antara mengurus pekerjaan, keluarga dan usaha.  

Sekarang mungkin agak lumayan jika dibandingkan 2 tahun belakangan. Hal ini karena saya kembali mempraktikan 2 prinsip ini saja, yaitu “Jangan Bergantung Hanya Pada 1 Sumber Penghasilan” dan “Monetisasi Keahlian yang Sudah Dimiliki”.

Jadi jika anda tanya bagaimana cara saya Sebagai Bapak 30-an Atur Duit Biar Nggak Habis di Tengah Bulan, maka jawaban saya adalah tambah dulu jumlah pemasukan anda. Kemudian baru atur pengeluaraan dengan cara mencatat setiap belanja. Mencatat bagi sebagian orang adalah hal sepele, tapi pada praktiknya sangat susah untuk bisa konsisten. Dengan mencatat pengeluaran anda, anda akan tahu belanja apa saja yang bisa ditekan atau di ganti dengan alternatif lain yang bisa lebih murah. Bahkan ada beberapa belanja yang sebenarnya kita tidak perlukan.

Senin, 18 Agustus 2025

Diet Yang Menjadi Keharusan. Pengalaman Pribadi Saya Sebagai Pelatih Taekwondo

Di tahun 2009 awal saya kuliah, berat badan saya berkisar di angka 60 -65 kilogram. Dimana itu adalah berat yang ideal dengan tinggi badan 171 cm. Namun setelah tahun 2017 sampai sekarang berat saya meningkat signifikan sampai menyentuh angka 86 kilogram. padahal aktifikas saya sehari-hari adalah pelatih beladiri dan masih rutin olahraga.

Kemudian muncul pertanyaan dibenak saya "Bukankah ironis, saat profesi menuntut saya untuk aktif, tapi timbangan justru terus bergerak ke kanan?" 

Namun ini bukanlah hal yang terus saya persoalkan, saya tetap menjalankan aktifitas harian seperti biasanya, sampai beberapa hal tidak di undang datang mendekati saya. Dan itu adalah penyakit, akibat peningkatan kadar kolesterol, asam urat, dan asam lambung. Penyakit dan gejala yang muncul namun kadang tidak disadari dan cenderung saya abaikan, seperti tensi tekanan darah yang tinggi, sakit kepala, vertigo, badan lemas, lesu dan tidak bertenaga, muntah. Dan puncaknya di tahun Februari 2025 untuk pertama kalinya saya harus masuk rumah sakit (IGD) karena sakit kepala hebat yang tidak kunjung sembuh.

Senin, 16 Juni 2025

"Usaha yang Harus Saya Istirahatkan Sementara"

Beberapa waktu lalu, saya memutuskan untuk memulai usaha kecil-kecilan. Dengan semangat dan harapan besar, saya jalankan bisnis itu di sela-sela pekerjaan sebagai pegawai. Awalnya saya pikir saya bisa mengatur semuanya — pekerjaan utama, keluarga, dan usaha. Tapi kenyataan tidak selalu semudah rencana.

Setiap 2 hari, saya harus menempuh perjalanan pulang pergi sejauh 110 km antara tempat kerja dan Banjarbaru. Perjalanan itu menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam, belum termasuk kemacetan atau urusan mendadak lainnya. Di sisi lain, di rumah, saya punya tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ada anak-anak yang butuh perhatian, pasangan yang perlu didukung, dan rumah yang tak bisa diabaikan.

Minggu, 28 Juli 2024

Di Balik Meja Kerja: Cerita Karyawan dengan Bisnis Kuliner

Saya seorang pegawai kantoran yang setiap hari bekerja dari pukul 8 pagi hingga 5 sore. Namun, di balik kesibukan kantor, saya juga memiliki usaha sampingan berjualan makanan yang sudah saya jalani selama satu tahun terakhir.

Setiap hari dimulai dengan bunyi alarm pada pukul 5 pagi. Saya bangun lebih awal untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha makanan saya. Pukul 5.30, saya sudah berada di dapur, menyiapkan bahan-bahan menu andalan yaitu ayam goreng krispi, saus rempah dan sambal geprek. Proses memasak ini biasanya memakan waktu sekitar dua jam.

Setelah selesai memasak, saya letakan di etalase jualan dan memastikan semuanya rapi dan siap dijual. Pada pukul 7.30 pagi, saya sudah harus berangkat ke kantor. Saya membayar 2 orang karyawan unutk menjualnya melalui aplikasi pengiriman makanan online.

Rabu, 17 Juli 2024

Perjalanan Sejuta Pemandangan: Naik Kereta Api untuk Pertama Kalinya

Di usia 33 tahun, Saya, mendapatkan kesempatan untuk menjadi wasit pada kejuaraan Taekwondo nasional yang diadakan di Yogyakarta. Pengalaman ini menjadi lebih berkesan karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, saya akan naik kereta api, sebuah perjalanan yang dimulai dari Banjarmasin.

Dengan koper kecil dan tas ransel yang berisi perlengkapan wasit, Saya berangkat dari rumah menuju Bandara Samsudin Noor Banjarmasin untuk terbang ke Yogyakarta.  Setibanya di Bandara Internasional Yogyakarta, saya langsung menuju stasiun bandara. Di stasiun, saya disambut oleh suasana ramai dan antusiasme para penumpang lainnya. Sebuah pengalaman baru bagi saya yang selama ini lebih sering bepergian menggunakan pesawat atau mobil pribadi.

Selasa, 08 November 2022

Asam Lambung

Jangan pernah menyepelekan sarapan pagi. 

Setelah menikah saya baru sadar bahwa saya memiliki gejala asam lambung berlebih, atau biasa dibebut "gerd". Yang pertama kali menyadarinya adalah istri saya ketika bulan puasa di tahun 2022. Gejalanya yaitu sakit kepala terus menerus  sampai akhirnya muntah cairan. 

Dulu saya pikir sakit kepala yang selalu saya derita ini adalah karena kolesterol tinggi. Tapi ternyata saya salah. 

setelah mendengar saran dari istri untuk jangan terlambat sarapan dan mengganti obat paracetamol menjadi antasida. akhirnya sakit kepala yang saya derita hampir setiap hari menghilang.

dan sampai sekarang saya merutinkan untuk tidak terlambat sarapan dipagi hari, maksimal sebelum jam 8.

serta kurangi mengkonsumsi kopi.