Ternyata 70% pekerja usia 30-an mengaku gaji mereka habis dalam 10 hari pertama setelah gajian. Banyak pertanyaan yang muncul dikepala masing-masing orang. Kerja keras tiap hari, tapi kenapa saldo selalu cepat kabur?, sudah gajian, kok rasanya tetap seperti tanggal tua?, kalau tiap akhir bulan masih ngos-ngosan, kapan bisa nafas lega secara finansial?. Dan pertanyaan yang paling menganggu pikiran adalah : “Masa sih sudah umur 30-an tapi belum aman dari darurat keuangan?”
Saya pribadi pernah mengalami hal
ini, pada awal-awal menikah ditambah punya anak dan beli mobil ditahun yang
sama, kondisi keuangan sangat tercekik, pengeluaran bertambah, sedangkan
pemasukan berkurang karena ada 2 usaha yang harus saya istirahatkan, akibat
tidak dapat membagi waktu dan tenaga antara mengurus pekerjaan, keluarga dan
usaha.
Sekarang mungkin agak lumayan jika
dibandingkan 2 tahun belakangan. Hal ini karena saya kembali mempraktikan 2 prinsip
ini saja, yaitu “Jangan Bergantung Hanya Pada 1 Sumber Penghasilan” dan “Monetisasi
Keahlian yang Sudah Dimiliki”.
Jadi jika anda tanya bagaimana cara saya Sebagai Bapak 30-an Atur Duit Biar Nggak Habis di Tengah Bulan, maka jawaban saya adalah tambah dulu jumlah pemasukan anda. Kemudian baru atur pengeluaraan dengan cara mencatat setiap belanja. Mencatat bagi sebagian orang adalah hal sepele, tapi pada praktiknya sangat susah untuk bisa konsisten. Dengan mencatat pengeluaran anda, anda akan tahu belanja apa saja yang bisa ditekan atau di ganti dengan alternatif lain yang bisa lebih murah. Bahkan ada beberapa belanja yang sebenarnya kita tidak perlukan.
Bedakan antara kebutuhan dan keinginan, ini penting untuk
memastikan barang atau hal yg mau kita beli benar-benar kita butuhkan dan bermanfaat untuk kita. Belilah barang yang
jika tidak kita beli maka akan mengganggu aktifitas harian kita.
Contohnya adalah Handphone, jika anda membeli HP hanya
karena ada model terbaru sedangkan HP anda sekarang masih berfungsi dengan
baik, maka sebaiknya ditunda. Kecuali jika kondisi HP anda sudah sangat menyedihkan.
Pilihlah untuk masak dan makan dirumah. Karena dengan
melakukan ini anda menghemat hampir 60% pengeluaran dari pos pengeluaran makanan
jika dibandingkan anda makan diluar. Saya pribadi selain mengurangi membeli
makan diluar, saya juga mengurangi intensitas makan. Yang biasanya 3 kali sehari,
sekarang saya usahkan cukup 2 kali. Bahkan jika tidak ada aktifitas fisik
berat, saya usahakan makan cuma 1 kali sehari. Kebiasaan baru ini mulai saya
rutinkan ketika mulai membaca buku berjudul “Miracle Cell”. Dimana dalam buku
tersebut disarankan untuk membiasakan perut dalam keadaan kosong, karena banyak
manfaat dalam segi kesehatan yang didapat. Dan hal ini semakin saya yakini
ketika banyak bermunculan video di media sosial yang menjelaskan penelitian
tentang manfaat luarbiasa pentingnya membiasakan lapar. (Saya akan membahas hal
ini dalam tulisan yang terpisah).
Setiap langkah kecil yang kita ambil akan membuat perubahan
besar dalam hidup kita. Bagi saya, hanya dengan menerapkan 2 prinsip diatas,
saya punya penghasilan tambahan yang lumayan. Dan dengan mencatat setiap
belanja, saya mampu menekan pengeluaran. Yang saya tulis ini hanya penerapan
dari prinsip sederhana yang diketahui banyak orang, dan saya pikir jika saya bisa, maka andapun bisa melakukannnya.
Kalau gaji masih numpang lewat, jangan biarkan ia kabur
begitu saja. Jadi satpam keuangan untuk diri sendiri, ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar