Di tahun 2009 awal saya kuliah, berat badan saya berkisar di angka 60 -65 kilogram. Dimana itu adalah berat yang ideal dengan tinggi badan 171 cm. Namun setelah tahun 2017 sampai sekarang berat saya meningkat signifikan sampai menyentuh angka 86 kilogram. padahal aktifikas saya sehari-hari adalah pelatih beladiri dan masih rutin olahraga.
Kemudian muncul pertanyaan dibenak saya "Bukankah ironis, saat profesi menuntut saya untuk aktif, tapi timbangan justru terus bergerak ke kanan?"
Namun ini bukanlah hal yang terus saya persoalkan, saya tetap menjalankan aktifitas harian seperti biasanya, sampai beberapa hal tidak di undang datang mendekati saya. Dan itu adalah penyakit, akibat peningkatan kadar kolesterol, asam urat, dan asam lambung. Penyakit dan gejala yang muncul namun kadang tidak disadari dan cenderung saya abaikan, seperti tensi tekanan darah yang tinggi, sakit kepala, vertigo, badan lemas, lesu dan tidak bertenaga, muntah. Dan puncaknya di tahun Februari 2025 untuk pertama kalinya saya harus masuk rumah sakit (IGD) karena sakit kepala hebat yang tidak kunjung sembuh.
Memang belakangan ini saya sadar, penyebab dari semua ini adalah pola makan saya tidak sehat dan tidak teratur (tentunya ditambah beban kerja yang tinggi). Saya makan apapun yang saya suka dan diwaktu kapanpun ketika ada makanan yang terhidang didepan mata saya. Dan bisa saya bayangkan seberapa banyak garam, gula dan kolesterol yang tertumpuk secara cepat di badan. Penumpukan ini tidak saya imbangi dengan aktifitas fisik yang seimbang.
Sejak masuk IGD sampai sekarang saya mulai membatasi porsi makan, yang biasanya 3 kali sehari disertai snack di jam-jam tertentu, menjadi hanya makan 2 kali sehari. Dan sekarang sudah mulai terasa perubahannya, walaupun tidak signifikan tapi ini menjadi awal yang baik untuk memulai program diet.
Diet yang sebelumnya bagi saya hanya bertujuan untuk menjaga postur tubuh yang ideal menjadi keharusan demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar