Senin, 24 Agustus 2015

Merasa diri terlalu hebat, pikir lagi kawan ! (Nasehat untuk diri sendiri)

Kadang terbersit sedikit dihatimu perasaan lebih hebat dari orang lain, menilai diri sendiri terlalu sempurna. Menganggap kejadian besar yang menimpamu adalah yang terberat yg kamu alami dibandingkan yg menimpa orang lain.
Kamu merasa dirimu lebih bijak dari orang lain. Pengalamanmu adalah pembelajaran terbaik yg harus dituruti orang lain.
Tapi sayangnya itu hanya percikan kesombongan yg tak kamu sadari, bentuk riya kecil yang menghanguskan semua kebaikanmu.
Kawan !!! kami melihatmu hanya Sebagai seorang manusia biasa yg tak memiliki prestasi membanggakan.
Hidupmu sederhana, bahkan terlalu sederhana untuk disebut keren.
Sekali lagi coba renungkan, apa hal besar yang sudah kau lakukan?
Apa kabar dengan cita-cita besarmu 6 tahun silam?
Dimana kau simpan kertas yg tertulis "impian" hal-hal yg ingin kau raih?
Sudahkah kau wujudkan???
Ingat kawan, kamu bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.
Tak perlu sesumbar dalam hati dan merasa lebih hebat dari orang lain.

Walaupun tak sempurna,
Pesan ini kutulis untukmu kawan, seorang anak muda yang dulu mendambakan hidup yang ideal, cita-cita setinggi langit, sehingga merancangnya terlalu sempurna.
Inilah pesanku untukmu yang dulu tak tau bahwa masa depan tak dapat ditebak.
Hiduplah untuk waktu sekarang, jangan kenang masa lalu, dan jangan cemaskan masa depan.
Hiduplah untuk waktu sekarang, masa lalumu adalah pengalaman penting yg membuatmu bertahan hingga sekarang. Dan saat ini akan menentukan masa depanmu.
Ini pesanku untukmu kawan.
Yah !!! itu kamu "Adi Wijaya".

Minggu, 09 Agustus 2015

Belajar dari Sinetron Preman Pensiun

Inilah salah satu sinetron yang bisa dikategorikan sebagai sinetron yang mendidik. Banyak pesan moral yang disampaikan, tidak seperti kebanyakan sinetron indonesia sekarang yg menampilkan adegan tidak senonoh dan tidak menampilkan sedikitpun pencerminan yg baik tentang Indonesia.
Adegan percintaan, kehidupan hedonis, manusia yg jadi binatang, anak yg berani melawan org tua, aaaakkkhhh, jujur kita muak dengan semua hal itu.

Sinetron Preman Pensiun Membawa angin baru dalam perfilman Indonesia. Konsep tentang harga diri,kehormatan, dan kebanggaan akan budaya di tampilkan dalam sinetron ini. Semuanya terlihat natural dan terkadang lucu dengan oleh akting polos para pemerannya.

"Kita memang dianggap sampah masyarakat, tapi setidaknya kita tidak buang sampah sembarang"

"Jangan mencopet org asing, bikin malu nama Bandung"

Dan masih banyak lagi adegan percakapan seperti itu, harusnya seperti inilah standar sinetron Indonesia.
Kita diajari moral oleh preman, yg notabenenya dianggap sampah masyarakat. Sungguh ironis.