Rabu, 17 Juli 2024

Perjalanan Sejuta Pemandangan: Naik Kereta Api untuk Pertama Kalinya

Di usia 33 tahun, Saya, mendapatkan kesempatan untuk menjadi wasit pada kejuaraan Taekwondo nasional yang diadakan di Yogyakarta. Pengalaman ini menjadi lebih berkesan karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, saya akan naik kereta api, sebuah perjalanan yang dimulai dari Banjarmasin.

Dengan koper kecil dan tas ransel yang berisi perlengkapan wasit, Saya berangkat dari rumah menuju Bandara Samsudin Noor Banjarmasin untuk terbang ke Yogyakarta.  Setibanya di Bandara Internasional Yogyakarta, saya langsung menuju stasiun bandara. Di stasiun, saya disambut oleh suasana ramai dan antusiasme para penumpang lainnya. Sebuah pengalaman baru bagi saya yang selama ini lebih sering bepergian menggunakan pesawat atau mobil pribadi.

Setelah menunggu beberapa saat, kereta yang akan membawanya ke Stasiun Tugu Yogyakarta akhirnya tiba. Saya, dengan hati-hati dan penuh rasa penasaran, menaiki kereta. saya merasa kagum dengan kenyamanan tempat duduk dan fasilitas yang disediakan. Kereta mulai bergerak perlahan, meninggalkan Stasiun Bandara dan membawa Saya menuju petualangan.

Sepanjang perjalanan, Saya menikmati pemandangan alam yang menakjubkan dari balik jendela kereta. Ladang hijau, pegunungan, dan sungai-sungai yang mengalir tenang membuat perjalanannya terasa menyenangkan. Di dalam kereta, saya juga berkenalan dengan beberapa penumpang lain yang memiliki tujuan dan cerita masing-masing. Percakapan yang hangat dan penuh canda tawa membuat perjalanan terasa lebih singkat.

Sesampainya di Yogyakarta, Saya langsung menuju tempat penginapan yang telah disiapkan oleh panitia kejuaraan. saya beristirahat sejenak sebelum mempersiapkan diri untuk tugas penting sebagai wasit. Selama kejuaraan berlangsung, Saya menunjukkan profesionalismenya dan memberikan keputusan yang adil bagi para atlet. Kejuaraan berjalan dengan lancar dan sukses, serta Saya mendapat banyak pujian atas kinerjanya yang baik. Dan yang paling membanggakan saya mendapatkan penghargaan sebagai wasit terfavorit. Sungguh hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Setelah tugas selesai, Saya menyempatkan diri untuk berkeliling Yogyakarta. Saya  mengunjungi beberapa tempat wisata terkenal seperti Candi Borobudur, Malioboro, dan Keraton Yogyakarta. Menjalankan tugas sebagai wasit tidak hanya memberi kesempatan untuk merasakan pengalaman pertamanya naik kereta api, tetapi juga membuka pintu bagi petualangan baru dan kenangan indah di kota Yogyakarta.

Ketika kembali ke Banjarmasin, Saya merenung tentang perjalanan yang telah dilalui. Saya merasa bersyukur atas kesempatan dan pengalaman baru yang didapat. Perjalanan pertama naik kereta api di usia 33 tahun menjadi salah satu momen yang tak terlupakan dalam hidupnya, mengajarkannya bahwa selalu ada hal baru yang bisa dinikmati dan dijelajahi, tidak peduli berapa usia kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar