“dasar
homo, maho”
“kamu aja laki-laki yang ga normal”
“bego
banget kamu di, cewek cantik kaya gitu di sia-siakan,tembak dah”
Kalimat sindiran dan candaan seperti ini sudah biasa saya dengar, dan selalu saya jawab hanya dengan tertawa. Tak mau ambil pusing,
lagipula hidup bukan selamanya masalah tentang siapa pasangan hidup sekarang.
Terlalu banyak hal menyenangkan lain diluar sana, saya hanya menikmati kesendirian dengan segala
aktivitas yang ada.
Bisa dikatakan saya seorang pribadi yang menyukai
kesendirian, tak terlalu memusingkan apa kata orang. Saat pertanyaan “ pacarnya
mana ?” atau “sama siapa sekarang?”
menghampiri, saya tak segan menjawab
bahwa saya memang sedang sendiri. Pada kenyataannya saya nyaman dengan
kemandirian. Hidup saya berjalan santai dan lancar.
Tapi sekarang, jawaban cuek itu tak bisa saya lontarkan dengan
kemudahan yang sama. Jika harus jujur, saya tak berhak untuk mengaku sedang tak
akrab dengan siapa-siapa.
Bermetamorfosis menjadi si pengelisah yang selalu melirik
ponsel sendiri, berharap ada pesan yang masuk dari orang yang dinanti-nanti.
saya tak mengira kedekatan dua manusia ini bisa terjalin
sesederhana ini. Namun denganmu, segalanya terasa wajar. Ada sesuatu dari diri kamu
yang selalu bisa menawarkan kenyamanan. Kau menginspeksi kembali apa yang
menjadi prioritasku selama ini. Bukannya saya sudah tak ingin menjadi mandiri.
Dirimu hanya sukses menyentuh hati---.
jadi ceritanya sekarang ada yang telah meluluhkan hatimu? siapa sih?cewek yang selalu kamu nantikan
BalasHapus