Rabu, 17 Juni 2015

Sebelum Dirimu Datang, Aku Selalu Nyaman Dengan Kemandirian.

“dasar homo, maho”
“kamu aja laki-laki yang ga normal”
“bego banget kamu di, cewek cantik kaya gitu di sia-siakan,tembak dah”

Kalimat sindiran dan candaan seperti ini sudah biasa saya dengar, dan selalu  saya jawab hanya dengan tertawa. Tak mau ambil pusing, lagipula hidup bukan selamanya masalah tentang siapa pasangan hidup sekarang. Terlalu banyak hal menyenangkan lain diluar sana,  saya hanya menikmati kesendirian dengan segala aktivitas yang ada.

Bisa dikatakan saya seorang pribadi yang menyukai kesendirian, tak terlalu memusingkan apa kata orang. Saat pertanyaan “ pacarnya mana ?” atau  “sama siapa sekarang?” menghampiri, saya tak segan menjawab  bahwa saya memang sedang sendiri. Pada kenyataannya saya nyaman dengan kemandirian. Hidup saya berjalan santai dan lancar.

Tapi sekarang, jawaban cuek itu tak bisa saya lontarkan dengan kemudahan yang sama. Jika harus jujur, saya tak berhak untuk mengaku sedang tak akrab dengan siapa-siapa.
Bermetamorfosis menjadi si pengelisah yang selalu melirik ponsel sendiri, berharap ada pesan yang masuk dari orang yang dinanti-nanti.

saya tak mengira kedekatan dua manusia ini bisa terjalin sesederhana ini. Namun denganmu, segalanya terasa wajar. Ada sesuatu dari diri kamu yang selalu bisa menawarkan kenyamanan. Kau menginspeksi kembali apa yang menjadi prioritasku selama ini. Bukannya saya sudah tak ingin menjadi mandiri. Dirimu hanya sukses menyentuh hati---. 

1 komentar:

  1. jadi ceritanya sekarang ada yang telah meluluhkan hatimu? siapa sih?cewek yang selalu kamu nantikan

    BalasHapus