Selasa, 23 September 2014

Idealisme VS Realita

Hari ini dapat pelajaran berharga sepulang dari melatih taekwondo di SMAN 1 Pelaihari, bahkan nasehat ini merubah cara berpikir saya tentang konsep melatih.

Sudah saatnya menghargai diri sendiri.
Setelah semua yang saya alami, apakah pantas untuk meninggalkan sesuatu apa yang sudah membuat saya berkembang dibidang yang saya sukai, dan melupakan semua yang kita peroleh sampai saat ini hanya untuk menjadi seperti orang lain.

Padahal saya bukan seperti mereka, dan begitupun sebaliknya 
Pelatih saya berkata “diantara teman-temanmu, kamu adalah orang yang paling mudah mendapat pekerjaan dengan skill yang kamu miliki. Kamu tau, berapa gaji seorang pelatih taekwondo di jogja? 30 juta !!!”
Wew, saya terdiam sejenak. Serius itu???


Dulu awalnya saya berpikir bahwa tidak perlu meminta bayaran untuk melatih atau mengajari orang lain dengan ilmu yang kita miliki, maklumlah idealisme anak muda. 

Setelah saya mencoba melatih, ternyata semangat itu mulai memudar, akhirnya jarang datang melatih dan kebanyakan menyerahkan kepemimpinan latihan pada org lain. Banyak faktor yang mempengaruhi salah satu kesibukan di bidang lain, dan sedikitnya siswa yang datang latihan karena bolos.

Ternyata idealisme saya tidak sejalan dengan realita. Dengan kata lain, saya terlalu naif. Dan ini tidak pernah saya ungkapan kepada siapapun.

Sampai akhirnya pada hari ini pelatih saya memberi pencerahan dengan sebuah pertanyaan :"apa yg terjadi jika seseorang dibayar untuk hal yang dia sukai?". Dan saya jawab "tentu saja dia akan bahagia, serius dan fokus pada hal tersebut"

"Nah, itulah intinya, Seorang pelatih itu wajib dibayar, karena itu yang akan membuat  pelatih menjadikan kegiatannya sebagai prioritas, sombong namanya ketika  pelatih itu menolak untuk dibayar."

Lalu beliau melanjutkan "Dan lihat hasilnya, perkembangan serta kualitas latihannya akan sangat berbeda, seperti contoh Taekwondo dipulau Jawa. Disini(di Kalimantan Selatan) karate menjadi sangat berkembang  karena menerapkan metode yg seperti itu, jadi Bukan semata-mata mengharapkan materi, tapi berpikirlah lebih jauh"

Dengan semua penjelasan yang beliau sampaikan, tak ada satupun yang salah. Dan inilah yang ternyata saya cari, jawaban atas semua pertanyaan yang membuat saya hampir  meninggalkan Taekwondo.

Yah, idealis harus sejalan dengan realita, itu baru benar :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar